Radish

Kamis, 13 Juni 2013

RESENSI BUKU



Judul                               : Dealova
Penulis                            : Dyan Nuranindya
Penerbit                          : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Pertama terbit      : 2005
Jumlah Halaman              : 304
Harga                               : Rp 46.500,-

Sinopsis
Kisah remaja memang manis, penuh warna dan berkesan. Begitu mungkin yang hendak diangkat sang penulis saat menggodok novel berjudul unik ini, Dealova. Genre remaja yang dipilihnya membuat novel ini memang segmented. Meski demikian. Novel Dealova ini mungkin tidak legit tapi manis. Dunia remaja dengan segala kisah, baik itu cinta, cita dan persahabatan dikemas dengan baik sehingga pembaca seolah ikut lebur ke dalam ceritanya. Bagaimana garis besar cerita Dealova ini?

Tokoh sentralnya bernama Karra, seorang remaja yang digambarkan tomboy. Ia penyuka basket dan pandai bermain basket. Wajahnya cantik, ia berambut hitam panjang. Hal yang terbilang aneh, sebab rambut panjang biasanya identik dengan perempuan yang anggun. Karra sosok yang easy going, santai, namun saat emosinya mengubun, ia bisa berubah 180 derajat! Karra, oleh penulisnya, mewakili karakter remaja Indonesia secara umum. Karra sosok yang pintar tapi nakal. Ramah tapi cuek. Manja tapi sedikit angkuh. Pertentangan kecil khas anak muda yang memang masih dalam fase labil.

Kehidupan Karra cukup sempurna, dan bahkan mungkin menjadi idaman hampir semua remaja di dunia ini. Ia mempunyai seorang kakak, tampan, rupawan, sopan, baik hati, penyayang, pintar dan sederet karakter “maha” lainnya. Kakak Karra ini bernama Iraz. Ia cukup dekat dengan Karra. Kehidupan keluarga yang manis. Iraz, si kakak memiliki seorang sahabat yang juga sama rupawannya bernama Ibel. Ia menaruh hati pada Karra dengan menunjukkan perhatian dan menyenangkan hatinya. Ibel ini tipikal remaja yang senang bermain music. Ia jago bermain gitar dan suka warna biru. Saat sang kakak berangkat kuliah ke luar negeri, Karra “dititipkan” pada Ibel. Mulailah dinamika cinta yang dimulai dari benci dimainkan oleh penulis.

Sementara itu, tokoh lain bernama Dira hadir di hidup Karra. Sosoknya dibuat ketus, cuek dan terkesan kejam buat Karra. Dengan cara dan karakter yang berbeda, Dira dan Ibel berusaha menyampaikan rasa kasih sayang kepada Karra. Sikap Dira yang ketus dan galak ternyata lebih menarik perhatian Karra dibandingkan dengan perhatian dan sikap menyenangkan Ibel. Karra memilih Dira sebagai pacarnya dan Ibel berusaha untuk ikhlas menerima keputusan ini. Hubungan cinta Karra dan Dira tidak berjalan mulus karena sering terjadi pertengkaran diantara mereka. Akhirmya, keduanya sudah betekad untuk memperbaiki hubungan dengan saling menyayangi dan tidak menyakiti. Ketika keduanya sedang menikmati masa-masa indah berpacaran, Karra harus menerima kenyataan pahit mengetahui Dira di rawat di rumah sakit karena penyakit kanker otak dan divonis oleh dokter bahwa umurnya tidak panjang lagi.

Karra baru menyadari bahwa sikap ketus dan galak Dira selama ini karena dia tidak memiliki semangat hidup lagi. Akhirnya, Dira pun meninggal karena sakit kanker otak yang telah bersarang di tubuhnya. Sepeninggalan Dira, Karra berubah menjadi pemurung dan sering menangis. Maka  Ibel selalu berusaha menghibur Karra sampai akhirnya Kara merespon perhatian Ibel. Suatu hari Ibel menunggu Karra di Kapal Pesiar lalu Ibel menyatakan cinta kepada Karra dan Karra pun menerima cintanya.

Keunggulan
Banyak hal- hal yang menarik dalam cerita novel tersebut. Karakter tokohnya juga tidak monoton. Bahasa yang digunakan bahasa anak muda dan mudah di pahami oleh pembaca. Cerita novel ini saling berkaitan dan semuanya bagus. Kesetiakawanan dalam cerita ini terlihat jelas. Menceritakan sebuah perjuangan cinta seseorang yang tak pernah pudar, walau orang yang dia cintai lebih memilih yang lain dari pada dia.

Kelemahan
Bahasa yang digunakan atau yang ditulis oleh sang pembuat menggunakan bahasa yang kurang baku. Novel ini Masih menggunakan kertas yang kurang bagus jadi kurang menarik.

NAMA : WIJI LESTARI
NPM   : 18210504
KELAS : 3EA19
BAHASA INDONESIA 2#
 

Rabu, 24 April 2013

METODE ILMIAH


1. Menentukan Tema
Penulis memilih tema Keuangan. Mengapa penulis memilih tema tersebut? Karena penulis sudah memiliki objek untuk diteliti. Objek tersebut berupa perusahaan. Dari objek tersebut penulis mencari apa yang bisa diteliti dari perusahaan, lalu penulis mengemukakan ide untuk menilai perusahaan tersebut baik atau tidak yang diukur dari rasio-rasio keuangan, dengan cara mencari laporan keuangan perusahaan tersebut.
Karena pentingnya laporan keuangan dalam suatu perusahaan jadi penulis memilih tema Keuangan untuk menilai perusahaan tersebut baik atau tidak dan hasil atau prestasi apa yang telah dicapai perusahaan tersebut.

2. Membuat Judul
Dari tema yang telah ditentukan, penulis membuat judul yang cocok untuk penelitian ini adalah Analisis Kinerja Keuangan PT. Hutama Karya Dengan Menggunakan Rasio Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas.
Tujuan dari membuat judul adalah agar penulisan menjadi lebih terarah dan mempunyai tujuan sehingga sehingga hanya terpusat pada suatu masalah atau pembahasan pada objek yang diteliti.

3. Latar Belakang Masalah
Salah satu tujuan dari perusahaan adalah untuk mendapatkan keuntungan. Untuk mengetahui apakah perusahaan mendapatkan keuntungan atau kerugian maka dibuatlah laporan keuangan. Laporan  keuangan  adalah  sekumpulan informasi  keuangan  perusahaan dalam suatu periode tertentu  yang  disajikan dalam  bentuk  laporan  sistematis  yang  mudah dibaca dan dipahami oleh semua pihak yang membutuhkan. 
Untuk melihat kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan baik atau tidak yaitu dengan melihat laporan keuangan pada setiap periodenya, sehingga faktor-faktor yang merugikan dan menguntungkan perusahaan dapat dilihat dan dicari penyelesaiannya. Hasil analisis laporan keuangan dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Kondisi keuangan inilah yang diperlukan oleh mereka yang berkepentingan terhadap perkembangan perusahaan. Akan tetapi, laporan tersebut perlu dianalisis lebih lanjut dengan analisis keuangan yang ada untuk mendapatkan informasi yang lebih berguna dan lebih spesifik dalam menjelaskan posisi dan kondisi keuangan perusahaan. Adapun analisis yang dapat dipergunakan yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas.
Laporan keuangan merupakan hal yang penting dalam sebuah perusahaan. Hal tersebut dapat diukur dengan menggambarkan keadaan perusahaan secara umum baik dalam hutang lancar maupun hutang jangka panjang sekaligus dalam penghasilan laba yang optimal. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong yang membuat PT. HUTAMA KARYA semakin meningkatkan nilai perusahaan untuk menghadapi persaingan dengan berbagai macam strategi perusahaan salah satunya adalah dengan cara mengukur kinerja keuangan. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan.
PT. HUTAMA KARYA (Persero) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan konstruksi jalan layang dan jalan-jalan besar (tol) serta berfungsi sebagai kontraktor Nasional dalam pembangunan struktur dan infrastruktur, dan memperbaiki fasilitas yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Karena pentingnya suatu analisis laporan keuangan dalam perusahaan, maka penulis tertarik dengan penulisan ilmiah yang berjudul “ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. HUTAMA KARYA DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS”

4. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penulis merumuskan :
Bagaimana kinerja keuangan perusahaan dilihat dari rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas?
Batasan Masalah
Pada penulisan ilmiah ini penulis hanya membahas tentang rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas dari laporan keuangan PT. HUTAMA KARYA pada tahun 2009, 2010 dan 2011.

5. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan yang dilihat dari posisi rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas didalam neraca dan laporan laba rugi PT. HUTAMA KARYA.

6. Manfaat Penelitian

Manfaat Akademis
Dari hasil penelitian ini penulis menjadi lebih mememahami masalah yang diteliti dan penulis berharap nantinya akan berguna bagi penulis sendiri dan orang lain terutama bagi dunia akademis.
Manfaat Praktis
Dari hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi pihak-pihak yang ingin mengetahui tentang kondisi keuangan perusahaan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk kemajuan perusahaan

7. Metode Penelitian
Dalam menyusun penulisan ilmiah ini metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
Objek Penelitian
Perusahaan yang dijadikan objek penelitian ilmiah adalah PT. HUTAMA KARYA yang bergerak dalam bidang kontraktor konstruksi sipil.
Jenis Data
Dalam melakukan perhitungan, penulis menggunakan data yang berasal dari data sekunder berupa laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan lapora laba rugi PT. HUTAMA KARYA dengan data tahun 2009, 2010 dan 2011.
Studi Pustaka
Penelitian ini dilakukan dengan membaca buku dan materi yang didapat selama masa perkuliahan maupun dari berbagai sumber lainnya yang masih berhubungan dengan masalah yang sedang dibahas, guna mempermudah penyusunan hasil penelitian.

8. Alat Analisis Yang Digunakan
Dalam penulisan ilmiah ini untuk menganalisa laporan keuangan penulis menggunakan analisis kuantitatif karena alat analisisnya berupa perhitungan rasio dan tidak terlepas juga dari analisis deskriptif yang penggunaannya dituangkan dalam bentuk tabel maupun grafik yang berisi hasil perhitungan rasio likuiditas, rentabilitas dan solvabilitas.


9. Simpulan
Laporan keuangan perusahaan harus dibuat dan disusun sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan agar laporan keuangan mudah dibaca dan dimengerti oleh pihak-pihak yang memerlukan dan berkepentingan. Laporan keuangan sudah merupakan kewajiban setiap perusahaan untuk membuat dan melaporkan keuangan perusahaannya pada suatu periode tertentu.
Hal yang dilaporkan kemudian dianalisis sehingga dapat diketahui kondisi dan posisi perusahaan terkini. Kemudian laporan keuangan juga akan menentukan langkah apa yang dilakukan perusahaan sekarang dan kedepan, dengan melihat berbagai persoalan yang ada baik kelemahan maupun kekuatan  yang dimilikinya. Jadi dengan laporan keuangan dapat dengan jelas memperlihatkan gambaran kondisi keuangan perusahaan.

NAMA : WIJI LESTARI
NPM   : 18210504
KELAS : 3EA19
BAHASA INDONESIA 2#

Minggu, 24 Maret 2013

PENALARAN INDUKTIF

Definisi Penalaran Induktif

Penalaran Induktif merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual, keuntungannya adalah bersifat ekonomis dan dimungkinkan proses penalaran selanjutnya.

Penalaran induktif terkait dengan empirisme. Secara empirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sementara.

Penalaran induktif ini berpangkal pada fakta empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum. Induksi berlangsung dengan generalisasi dan ekstrapolasi pendapat dimana tidak mungkin mengamati semua fakta yang ada, sehingga kesimpulan induktif bersifat logical probability. Contohnya, kambing tinggal di bumi, gajah tinggal di bumi, begitu juga dengan singa dan binatang-binatang lainnya. Secara induksi dapat disimpulkan bahwa semua binatang tinggal di bumi.

Jenis-jenis penalaran induktif  
Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.

contoh :
Pemain sinetron Marshanda adalah penyanyi. Pemain sinetron Nana Mirdad bukan penyanyi.
Jadi, dari pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa tidak semua pemain sinetron juga berprofesi sebagai penyanyi.

Dengan tersenyum kita dapat mendapat pahala, saling berbagi juga mendapat pahala, apalagi membantu sesama ciptaan Allah juga akan mendapat pahala. Jadi banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mendapat pahala.

Analogi
Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan. 
contoh : 
Usia manusia dapat disamakan dengan sebuah buku. Jika semakin hari semakin berkurang umur manusia, maka buku setiap halaman yang dibuka akan berkurang lembarannya. 
 
Hubungan Kausal
Hubungan sebab akibat atau hubungan kausal ialah hubungan keterkaitan atau ketergantungan dari dua realitas, konsep, gagasan, ide, atau permasalahan. Suatu kegiatan tidak dapat mengalami suatu akibat tanpa disertai sebab, atau sebaliknya suatu kegiatan tidak dapat menunjukkan suatu sebab bila belum mengalami akibat.
contoh : 
Sampah di mana-mana kini menjadi pemandangan yang lazim, selokan-selokan yang tergenang air juga tidak mendapat perhatian serius, pohon-pohon dan tanaman hijau lainnya jarang sekali ditemukan. Tidak heran jika setiap musim hujan Jakarta selalu kebanjiran.

Akibat Sebab
Akibat sebab adalah peristiwa yang dianggap sebagai akibat menuju sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat. 
contoh :
Dewasa ini kenakalan remaja sudah menjurus ke tingkat kriminal. Remaja tidak hanya terlibat dalam perkelahian-perkelahian biasa, tetapi sudah berani menggunakan senjata tajam. Remaja yang telah kecanduan obat-obat terlarang tidak segan-segan merampok bahkan membunuh. Hal ini selain disebabkan kurangnya perhatian dari orang tua dan pengaruh masyarakat, pengaruh media pun cukup besar.

Akibat-akibat
Dari akibat ke akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat.
contoh :
Ketika bejalan di tengah kota, Mega melihat banyaknya fasilitas umum yang diberhentikan pengerjaan begitu saja sebelum dapat dimanfaatkan masyarakat, banyaknya jalan-jalan poros rusak yang terabaikan, Mega lalu berpikir pastinya di Kota ini banyak rakyatnya yang melarat dan miskin, tetapi tidak terlintas dipikirannya bahwa sebagian besar kejadian ini adalah ulah para koruptor.

Sebab-sebab 
Dari sebab ke sebab yang lain tanpa menyebut akibat umum yang menimbulkan kedua sebab.
contoh : 
Kebiasaan untuk membuang sampah harus ditanamkan sejak dini dalam keseharian kita. Karena masayarakat pada umunya masih kurang memiliki kesadaran untuk mencintai dan menjaga serta melestarikan alam lingkungan kita sendiri. Mereka menganggap hal tersebut hanyalah slogan yang tidak perlu diperhatikan.

Kesimpulan

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir denganbertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yangdiselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.