Radish

Rabu, 09 Oktober 2013

ETIKA BISNIS #Tugas ke-2



Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia ( produk atau jasa ) yang bermanfaat bagi masyarakat. Businessman (Seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayani secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.

Karakteristik Profesi Bisnis
Pertama, adanya keahlian dan ketrampilan khusus. Profesi selau mengandaikan adanya keahlian dan ketrampilan khusus tertentu yang dimiliki oleh sekelompok orang yang professional untuk bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Keahlian dan ketrampilam khusus ini umumnya dimiliki dengan kadar, lingkup, dan tingkat yang melebihi keahlian dan ketrampilan orang kebanyakan lainnya. Ini berarti orang professional itu lebih ahli dan trampil dalam bidang profesinya dari pada orang-orang lain.

Kedua, adanya komitmen moral yang tinggi. Komitmen moral ini biasanya dituangkan, khususnya untuk  profesi yang luhur, dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan.

Ketiga, biasanya orang yang  professional adalah orang yang hidup dari profesinya. Ini berarti dia hidup sepenuhnya dari profesi ini dan profesinya telah membentuk identitas orang tersebut.

Keempat, pengabdian kepada masyarakat. Adanya komitmen moral yang tertuang dalam kode etik profesi ataupun sumpah jabatan menyiratkan bahwa  orang-orang yang mengemban profesi tertentu, khususnya profesi luhur, lebih mendahulukan dan dan mengutamkan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadinya.

Kelima, pada profesi luhur biasanya ada izin khusus untuk menjalankan profesi  tersebut. Karena setiap profesi, khususnya profesi luhur, menyangkut kepentingan orang banyak, dan terkait dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan berupa keselamtan, keamanan, kelangsungan hidup, kesehatan, dan sebagainya maka untuk menjalankan suatu profesi yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak itu diperlukan izin khusus. Izin  khusus ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pelaksanaan profesi yang tidak becus.

Pergeseran Paradigma Dari Pendekatan Stockholder dan Pendekatan Stakeholder
Penerapan etika bisnis ini murupakan penerapan dari konsep “Stake Holder” sebagai pengganti dari konsep lama yaitu konsep “Stock Holder” . Pengusaha yang menerapkan konsep Stock Holder berusaha untuk mementingkan kepentingan para pemengang saham (Stockholder) saja, di mana para pemegang saham tentu saja akan mementingkan kepentinganya yaitu penghasilan yang tinggi baginya yaitu yang berupa deviden atau pembagian laba serta harga saham dipasar bursa.
Dengan memperoleh deviden yang tinggi maka penghasilan mereka akan tinggi, sedangkan dengan naiknya nilai atau kurs saham akan merupakan kenaikan kekayaan yang dimilikinya yaitu sahamnya itu dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Pemenuhan kepentingan ataupun tuntutan dari para pemengan saham itu sering kali mengabaikan kepentingan-kepentingan pihak-pihak yang lain yang juga terlibat dalam kegiatan bisnis. Pihak lain yang terkait dalam kegiatan bisnis tidak hanya para pemegang saham saja akan tetapi masih banyak lagi seperti :
1. Pekerja/ karyawan
2. Konsumen
3. Kreditur
4. Lembaga-lembaga keuangan
5. Pemerintah.

Tanggung Jawab dan Moral Sosial Bisnis
Tanggung jawab perusahaan adalah tindakandan kebijakan perusahaan dalam berinteraksi yang didasarkan pada etika. secara umum etika dipahami sebagai aturan tentang prinsip dan nilai moral yang mengarahkan perilaku sesorang atau kelompok masyarakat mengenai baik atau buruk dalam pengambilan keputusan. Menurut Jones, etika berkaitan dengan nilai-nilai internal yang merupakan bagia dari budaya perusahaan dan membentuk keputusan yang berhubungan dengan tanggung jawab social.
Terdapat 3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab social:
1.  pendekatan moral yaitu tindakan yang didasrkanpada prinsip kesatuan
2. pendekatan kepentingan bersama yaitu bahwa kebijakanmoral harus didasarkan pada standar kebersamaan, kewajaran dan kebebasan yang bertanggung jawab
3. kebijakan bermanfaat adalh tanggup jawab social yang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan perusahaan menghasilakn manfaat besar bagi pihak berkepentuingan secara adil.

Kode Etik Perusahaan
Kode etik Perusahaan adalah norma yang wajib ditaati oleh perusahaan beserta lapisan-lapisan dalam perusahaan tersebut dalam menjalankan kewenangan dan tanggung jawabnya secara pribadi maupun secara organisasi.
Contoh :
Berikut ini adalah contoh kode etik yang biasanya berlaku pada perusahaan-perusahaan :
1.      Jam masuk kerja jam 08.00 dan dispensasi keterlambatan hanya 5 menit
2.      Tidak boleh bermain game di kantor
3.      Harus lapor kepada atasan masing-masing departement jika ingin ijin keluar kantor
4.      Penggunaan internet hanya untuk urusan pekerjaan
5.       Setiap karyawan tidak boleh sembarangan membuka file karyawan lain

Menurut Covey sebuah keputusan yang baik adalah yang bisa menyeimbangkan ke-4 kompetensi Tubuh (PQ), Intelektual (IQ), Hati (EQ) dan Jiwa (SQ).
“Saya setuju dengan pendapat Stephen R. Covey karena pernyataan tersebut menegaskan bahwa kita bertanggung jawab atas kehidupan dan perilaku kita. Karena perilaku adalah fungsi dari keputusan, bukan fungsi dari kondisi. Kita mempunyai tanggung jawab untuk membuat segala sesuatunya terjadi, jadi jika kita ingin mengambil keputusan agar sesuai dengan tujuan yang kita inginkan maka pada saat proses pengambilan keputusan harus ada keseimbangan antara ke-4 unsur diatas agar terciptanya harmonisasi kehidupan”

Sumber :
http://jamal.ub.ac.id/index.php/jamal/article/view/113

ETIKA BISNIS #Tugas ke-1

Pengertian
Etika
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.

Moral
Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.

Moralitas 
Menurut Immanuel Kant, moralitas adalah hal kenyakinan dan sikap batin dan bukan hal sekedar penyesuaian dengan aturan dari luar, entah itu aturan hukum negara, agama atau adat-istiadat. Moralitas adalah pelaksanaan kewajiban karena hormat terhadap hukum, sedangkan hukum itu sendiri tertulis dalam hati manusia. Dengan kata lain, moralitas adalah tekad untuk mengikuti apa yang dalam hati disadari sebagai kewajiban mutlak.

Kesadaran Moral
Kesadaran moral adalah suatu kesadaran dalam hati yang mengharuskan seseorang untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu perbuatan. Mengharuskan suatu perbuatan apabila perbuatan tersebut dinilai sesuai dengan norma akhlak yang barlaku dan di terima dalam hatinya. Melarang suatu perbuatan, apabila perbuatan tersebut di anggap bertentangan dengan norma akhlak yang di terima hatinya dan berlaku dalam masyarakat. Dengan demikian kesadaran moral adalah kesadaran seorang untuk melakukan suatu perbuatan yang di nilai baik dan meninggalkan suatu perbuatan yang di nilai buruk.
Contoh :
Ada orang diancam hukuman mati kecuali ia bersedia memberi kesaksian palsu mengenai orang lain yang tidak bersalah. Apakah mungkin orang itu mengatasi cinta pada hidup dan tetap menolak memberi kesaksian palsu? Mungkin saja. Itulah inti kesadaran moral. Kita tahu dan sadar bahwa perbuatan itu salah tapi kadang kita melakukannya. Atau sering kita tidak melakukan hal itu karena kita tahu itu salah. Apapun yang kita pilih untuk perbuat adalah kita juga yang bertanggung jawab.

Teori Etika Normatif
Etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.


Teori Deontologi
“Deontologi” ( Deontology ) berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon yang artinya adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya.

Teori Teologi
Teologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama. Teologi meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Teologi memampukan seseorang untuk lebih memahami tradisi keagamaannya sendiri ataupun tradisi keagamaan lainnya, menolong membuat perbandingan antara berbagai tradisi, melestarikan, memperbaharui suatu tradisi tertentu, menolong penyebaran suatu tradisi, menerapkan sumber-sumber dari suatu tradisi dalam suatu situasi atau kebutuhan masa kini, atau untuk berbagai alasan lainnya.

Teori Hak Asasi
Hak asasi dipercayai sebagai nilai universal. Nilai universal berarti tidak mengenal batas ruang dan waktu. Nilai universal ini yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai produk hukum nasional di berbagai Negara untuk dapat melindungi dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan. Bahkan nilai universal ini, menurut Juwana (dalam Muladi, 2005:70) dikukuhkan dalam instrumen internasional, termasuk perjanjian internasional di bidang HAM.

Teori Keutamaan
Memandang  sikap atau akhlak seseorang.
Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah  laku baik secara moral.

Etika dan Agama
Menurut aquinas, Tuhan adalah tujuan akhir manusia, karena Ia adalah nilai tertinggi dan universal, dan karenanya kebahagiaan manusia tercapai apabila ia memandang Tuhan. Sumber utama pengetahuan adalah Tuhan yang telah menganugerahkannya kepada manusia melalui berbagai cara.

contoh jurnal :
klik tulisan di bawah ini
"Reward and Punishment" Pandangan Etika Dalam Manajemen  



Sumber :
http://cristefanus.blogspot.com/2011/11/pengertian-dan-teori-etika.html
 

Kamis, 13 Juni 2013

RESENSI BUKU



Judul                               : Dealova
Penulis                            : Dyan Nuranindya
Penerbit                          : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Pertama terbit      : 2005
Jumlah Halaman              : 304
Harga                               : Rp 46.500,-

Sinopsis
Kisah remaja memang manis, penuh warna dan berkesan. Begitu mungkin yang hendak diangkat sang penulis saat menggodok novel berjudul unik ini, Dealova. Genre remaja yang dipilihnya membuat novel ini memang segmented. Meski demikian. Novel Dealova ini mungkin tidak legit tapi manis. Dunia remaja dengan segala kisah, baik itu cinta, cita dan persahabatan dikemas dengan baik sehingga pembaca seolah ikut lebur ke dalam ceritanya. Bagaimana garis besar cerita Dealova ini?

Tokoh sentralnya bernama Karra, seorang remaja yang digambarkan tomboy. Ia penyuka basket dan pandai bermain basket. Wajahnya cantik, ia berambut hitam panjang. Hal yang terbilang aneh, sebab rambut panjang biasanya identik dengan perempuan yang anggun. Karra sosok yang easy going, santai, namun saat emosinya mengubun, ia bisa berubah 180 derajat! Karra, oleh penulisnya, mewakili karakter remaja Indonesia secara umum. Karra sosok yang pintar tapi nakal. Ramah tapi cuek. Manja tapi sedikit angkuh. Pertentangan kecil khas anak muda yang memang masih dalam fase labil.

Kehidupan Karra cukup sempurna, dan bahkan mungkin menjadi idaman hampir semua remaja di dunia ini. Ia mempunyai seorang kakak, tampan, rupawan, sopan, baik hati, penyayang, pintar dan sederet karakter “maha” lainnya. Kakak Karra ini bernama Iraz. Ia cukup dekat dengan Karra. Kehidupan keluarga yang manis. Iraz, si kakak memiliki seorang sahabat yang juga sama rupawannya bernama Ibel. Ia menaruh hati pada Karra dengan menunjukkan perhatian dan menyenangkan hatinya. Ibel ini tipikal remaja yang senang bermain music. Ia jago bermain gitar dan suka warna biru. Saat sang kakak berangkat kuliah ke luar negeri, Karra “dititipkan” pada Ibel. Mulailah dinamika cinta yang dimulai dari benci dimainkan oleh penulis.

Sementara itu, tokoh lain bernama Dira hadir di hidup Karra. Sosoknya dibuat ketus, cuek dan terkesan kejam buat Karra. Dengan cara dan karakter yang berbeda, Dira dan Ibel berusaha menyampaikan rasa kasih sayang kepada Karra. Sikap Dira yang ketus dan galak ternyata lebih menarik perhatian Karra dibandingkan dengan perhatian dan sikap menyenangkan Ibel. Karra memilih Dira sebagai pacarnya dan Ibel berusaha untuk ikhlas menerima keputusan ini. Hubungan cinta Karra dan Dira tidak berjalan mulus karena sering terjadi pertengkaran diantara mereka. Akhirmya, keduanya sudah betekad untuk memperbaiki hubungan dengan saling menyayangi dan tidak menyakiti. Ketika keduanya sedang menikmati masa-masa indah berpacaran, Karra harus menerima kenyataan pahit mengetahui Dira di rawat di rumah sakit karena penyakit kanker otak dan divonis oleh dokter bahwa umurnya tidak panjang lagi.

Karra baru menyadari bahwa sikap ketus dan galak Dira selama ini karena dia tidak memiliki semangat hidup lagi. Akhirnya, Dira pun meninggal karena sakit kanker otak yang telah bersarang di tubuhnya. Sepeninggalan Dira, Karra berubah menjadi pemurung dan sering menangis. Maka  Ibel selalu berusaha menghibur Karra sampai akhirnya Kara merespon perhatian Ibel. Suatu hari Ibel menunggu Karra di Kapal Pesiar lalu Ibel menyatakan cinta kepada Karra dan Karra pun menerima cintanya.

Keunggulan
Banyak hal- hal yang menarik dalam cerita novel tersebut. Karakter tokohnya juga tidak monoton. Bahasa yang digunakan bahasa anak muda dan mudah di pahami oleh pembaca. Cerita novel ini saling berkaitan dan semuanya bagus. Kesetiakawanan dalam cerita ini terlihat jelas. Menceritakan sebuah perjuangan cinta seseorang yang tak pernah pudar, walau orang yang dia cintai lebih memilih yang lain dari pada dia.

Kelemahan
Bahasa yang digunakan atau yang ditulis oleh sang pembuat menggunakan bahasa yang kurang baku. Novel ini Masih menggunakan kertas yang kurang bagus jadi kurang menarik.

NAMA : WIJI LESTARI
NPM   : 18210504
KELAS : 3EA19
BAHASA INDONESIA 2#